Dalam dunia politik Indonesia, keterlibatan tokoh agama, khususnya pimpinan pondok pesantren, sering kali memicu perdebatan. Ada pandangan yang menyatakan bahwa pimpinan pesantren tidak layak terlibat dalam politik, dengan alasan bahwa tugas utama mereka adalah mendidik dan membina umat, bukan berpolitik. Namun, pandangan ini mengandung beberapa kesalahpahaman yang perlu diluruskan.
KEBANYAKAN manusia tidak mengerti besarnya nilai sebuah kenikmatan kecuali setelah kenikmatan tersebut hilang darinya. Sebab, kebanyakan manusia lalai di saat mendapatkan kenikmatan.
