• TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 28 April 2026

TGH. Hardiyatullah lahir pada tahun 1987 di Dusun Bermi, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga religius yang kental dengan tradisi pesantren dan dakwah. Sejak usia dini, ia mendapat bimbingan langsung dari ayahandanya, TGH. Ridwanullah, serta diasuh oleh Haji Adnan Ibrahim dalam mempelajari Al-Qur’an dan kitab-kitab keislaman. Pendidikan formalnya dimulai pada tahun 1993 di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, seiring dengan pembinaan intensif dalam ilm

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 28 April 2026

Setelah lulus MTs Darussalam tahun 2002, saya merantau ke Pondok Pesantren Alfalah Ploso, Kediri, untuk memperdalam ilmu dengan menggabungkan kajian kitab kuning dan sekolah formal. Perjalanan ini menjadi awal kemandirian, di mana saya menghadapi tantangan bahasa dalam memahami kitab berbahasa Jawa (pegon). Namun dengan kesungguhan, saya mampu menunjukkan pemahaman hingga mendapat motivasi dari guru, sekaligus menyadari bahwa keterbatasan adalah jalan untuk tumbuh dalam menuntut ilmu.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 22 April 2026

Pohon tua mengajarkan bahwa usia bukan sekadar angka, tetapi jejak kesabaran yang menumbuhkan makna; ia berdiri diam, memberi teduh tanpa memilih, berbuah tanpa meminta, dan tetap bermanfaat meski tak lagi muda—seperti perjalanan hidup yang sejati, semakin lama ditempa, semakin dalam hikmah yang diberi.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 27 Januari 2025

TGH. Ridwanullah mengajarkan kita untuk tetap istiqomah dalam berbuat kebaikan, mengutamakan kepentingan umat, dan mencintai ilmu tanpa mengenal lelah, meskipun dihadapkan dengan berbagai ujian dan tantangan hidup.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 25 Januari 2025

-

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 25 Januari 2025

Berawal dari rasa penasaran, ia mengenal seorang gadis sholehah. Melalui komunikasi sederhana lewat SMS, hubungan mereka semakin dekat meskipun belum pernah bertemu. Keyakinan dan keberanian akhirnya membawanya datang ke rumah sang gadis untuk menyampaikan niat serius. Dengan restu keluarga dan keyakinan yang kuat, perjalanan cinta mereka berlanjut menuju pernikahan yang diberkahi.