• TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 28 April 2026

Jadikan Allah sebagai yang paling penting dalam hidupmu. Apa yang kamu anggap berharga akan kamu perjuangkan; jika dunia yang utama, maka ia akan menyibukkanmu, namun jika Allah yang utama, maka ibadah akan terasa ringan dan menenangkan.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 14 Januari 2026

Umrah bukan tentang jauh perjalanan, tapi tentang dekatnya hati kepada Allah. Semoga kita tidak hanya pulang membawa air zamzam dan kurma, tetapi pulang membawa hati yang baru.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 09 Oktober 2025

Kemuliaan sejati bukanlah karena harta, jabatan, atau kedudukan, melainkan karena ketundukan hati kepada Allah. Orang yang sombong akan direndahkan, sedangkan orang yang tawadhu’ akan ditinggikan.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 08 Oktober 2025

Neraka Jahannam adalah tempat yang Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā jadikan sebagai balasan bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari perintah-Nya. Rasulullah ﷺ menggambarkan kedahsyatannya agar hati manusia tersentuh dan kembali ke jalan yang benar. Beliau bersabda: «نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ بَنُو آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ» — “Api dunia kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api Jahannam.” (HR. Bukhari dan Musli

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 12 September 2025

Di atas langit Pasuruan, pagi itu begitu indah. Dari balik jendela hotel, mata saya terpaku pada ribuan bangau yang terbang beriringan hampir satu jam lamanya. Pemandangan langka yang menggetarkan hati, sebab di Lombok tanah kelahiran saya, burung-burung itu sudah tak ada lagi. Hilang, seakan hanya tinggal cerita. Namun, bangau itu meninggalkan hikmah: mereka tidak pernah risau akan rezekinya, cukup terbang dengan yakin dan tawakal. Allah telah menjamin setiap langkah sayap mereka. Begitu pu

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 16 Agustus 2025

Inilah makna kemerdekaan sejati di dunia: aman, sehat, dan cukup pangan. Namun, kemerdekaan yang lebih mulia adalah terbebas dari musuh sejati—hawa nafsu, cinta dunia, dan setan. Siapa yang mampu menundukkan ketiganya, dialah yang meraih kemerdekaan hakiki di sisi Allah.